Dalam kebuntuan, kita dipaksa untuk kreatif…

Ternyata menjadi programmer freelance itu tidak mudah

March 23, 2007 · 59 Comments

Lha iya tidak mudah, bagaimana mungkin suatu proyek bisa selesai on time, kalau hari-hari pengerjaan diisi dengan pergi mengantar istri ke sana, kesini, membeli ini, itu, dll. Kalau seorang istri melihat suami yang mengerjakan pekerjaan di rumahnya dan kelihatan seperti orang yang diam, tidak melakukan apa apa, hanya duduk memandangi layar komputer, dianggap sebagai objek yang bisa diminta tolong,ya dijamin deh pekerjaan tidak akan selesai selesai. Kepala sang programmer bakalan penuh dengan baris-baris program yang ditinggal sebelum berangkat mengantarkan istri. Isi kepala penuh dengan semua kondisi if-then-else yang belum ditutup, catch-exception yang masih berantakan,dll..Jangan sampai meleng di jalan, kalau melihat lampu merah seharusnya yang diinjak pedal rem tapi malah narik gas, bagaimana, bisa bikin repot kan, malah berbahaya euy..

Ada seorang teman yang menjalani hari-harinya sebagai programmer freelance. Hampir setiap hari ada di rumah, tentunya mengerjakan proyek – proyek yang harus diselesaikan sebelum batas deadline. Sepanjang hari ada di depan monitor, kecuali ya itu, kalau tidak makan, ya tidur atau sholat, atau mengantar istri/keluarga. Kemarin dia memberi tahu saya, ternyata dia dapat proyek yang harus dikerjakan on site, artinya dikerjakan di lokasi proyek. Bisa di perusahaan pemberi proyek, bisa di rumah bos proyek tsb, atau lokasi lain yang sudah disetujui antara mereka, yang jelas bukan di rumah. Teman saya itu bilang, ternyata bekerja di luar rumah bisa lebih fokus ke pekerjaan, full time mengerjakan proyek dari pagi sampai sore. Tidak ada yang ‘mengganggu’. Dan yang lebih enak lagi, komunikasi antara programmer dan user, bisa lebih cepat. Bisa lebih menghasilkan solusi yang lebih jitu untuk digunakan pada saat pembuatan program.

Selama ini saya merasa, kalau bekerja di rumah akan lebih enak daripada kerja di luar rumah. Salah satu alasan yang sering saya pakai, bisa lebih menyediakan waktu untuk keluarga. Keluarga adalah nomor satu dalam hidup saya, baru setelahnya adalah pekerjaan. Tapi, kalau kejadiannya seperti yang dialami teman saya itu, wah repot juga ya, bisa hilang deh kepercayaan antara programmer yang mengimplementasikan dan user yang berharap selesai sesuai waktunya. Jangankan teman saya, wong istri telepon mengabarkan kondisi badannya tidak enak badan saja, atmosfir di kantor jadi berubah seperti badai calamity yang memporak-porandakan seisi kota. Apalagi kalau saya ada di rumah dan langsung melihat raut muka istri/keluarga yang sakit, tidak perlu ada kata-kata, yang ada saya mungkin bisa langsung pergi ke rumah sakit mengantarkan berobat. Benar-benar bayangan yang ekstrim yang pernah saya bayangkan tentang bekerja secara freelance.

Kalau membayangkan yang buruk-buruk dahulu sebelum kita menjalaninya, biasanya hasilnya seperti yang dibayangkan itu, buruk hasil akhirnya. Tapi kalau penuh rasa optimis, tanpa kehilangan kaki yang berpijak pada realita, berani ambil resiko setelah ditimbang dengan matang untuk resiko paling kecil yang akan diambil, saya yakin apapun cita-cita kita/saya/anda semua, pasti bisa kita raih. Raih kemenangan atau kekalahan adalah sama saja. Karena orang bilang, kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Tapi koq rasa-rasanya saya belum siap menerima kekalahan. Masih belum bisa 100% ikhlas menerima keputusanNya.

Categories: Way of Life

59 responses so far ↓

  • kurnia_1 // March 27, 2007 at 12:42 am

    freelance itu makanan apa kang ?
    he..he.. saya buruh pabrik.. kerja lembur sampek jam 8 malem, trus pulang, sampek rumah trus lembur (gak dibayar) buka kompie lagi sampek tengah malem. Masup freelance gak kang ? he..he.

  • setiaji // March 27, 2007 at 2:04 am

    Freelance itu makanan bervitamin tinggi,hemat energi dan menyehatkan badan hehehe

  • tukangKoding // April 14, 2007 at 1:27 am

    Benul .. kerja di rumah memang membutuhkan disiplin tinggi . Paling enak , sediakan tempat khusus dimana kita bisa kerja bebas tanpa terganggu tapi tetap dekat ke keluarga . Lantai 2 mgkn ??

  • setiaji // April 19, 2007 at 1:47 am

    Wah enak tuh kalo bisa punya rumah ada lantai 2nya…. hehehe

  • anwarchandra // April 19, 2007 at 4:10 pm

    Kalau saya mungkin beda lagi.
    Ngoding sendirian di tempat eksklusif bagi saya ga asik dan bisa cepet ngantuk.
    Kalau di kanan-kiri ada temen lagi becanda2 mungkin bisa membantu kita untuk mengatasi kebosanan.
    Lagian kalau kita butuh apa-apa kan ada yang bisa dimintain tolong.

    Pernah gara-gara ngoding sendirian. Bete. Tidur bentar.
    Pas bangun sudah pagi. panik gara-gara harus email progress report.
    Wakakakakak..

    Kalau isteri minta dianterin kesana-sini, hibernate aja dulu semua memori yang kita alokasikan untuk ngoding ke dalam sebuah notepad.
    hehehe gak tau deh bisa membantu apa enggak.
    Saya belum punya isteri sih.

  • Calon isteri seorang programmer « Anwar Chandra // April 19, 2007 at 5:13 pm

    [...] buat yang saat ini calon suaminya adalah freelance programmer. baca dulu deh blognya Setiaji Kurniawan. Tetapi kalau bisa memilih, pilihlah calon suami yang jago .Net. Selain gajinya (seharusnya) lebih [...]

  • setiaji // April 23, 2007 at 7:11 am

    Anwar ini sepertinya sedang melakukan riset utk data statistik pribadi dia..hehehehe…

  • mztolo // April 30, 2007 at 8:42 am

    Saya blom pernah kerja freelance spt yg dimaksud di tulisan ini….
    Tetapi menurut hemat saya segala sesuatu itu pasti ada harga yg dibayar…..baik itu besar atau kecil
    Saya bekerja di swasta dari Senin – Jumat, Sabtu Minggu saya pake santai membaca koran….melakukan kegiatan hobby dan kadang edit isi website.
    Satu sisi ada rekan yg sabtu dan minggu itu bekerja sampe malam…menerima konsumen dan terus bekerja.

    Jika rekan saya itu lebih sukses (materi)…..itu lah harga yg dia terima (dan memang seharusnya) krn dia bekerja lebih dari saya baik kuantitas atau kualitas, satu sisi tentunya ada jg sesuatu yg ‘hilang’ yg didapatkan orang disekitarnya atas kerjaan dia itu, dan mungkin itu tdk dpt tergantikan dg uang.

    Silakan………..

  • mia // June 20, 2007 at 5:04 am

    kok knp ya g ada yg ngedukung punya suami programer?apa salah tuh klo puny calon freelance programer?????????,kasih dukungan ke aku dong?!!!!!aku binguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuung bgt,apa aku harus siap sakit ati?hiks…hiks…,apa aku minta putus aj…

  • setiaji // June 21, 2007 at 3:11 pm

    Yeee siapa yang tidak mendukung punya suami freelance programmer ? ;) Ini kan cuma hasil pendapat saya saja yang barusan diskusi dengan teman freelance programming. Yang penting mah halal mau gimana aja silahkan. Daripada pergi pagi ke kantor, tapi sabet kanan kiri utk korupsi…bah…!…….

  • lintang // July 21, 2007 at 6:41 am

    setuju sama mztolo..
    kembali pada pilihan kita..
    senin-jumat jadi PNS, minggu njagain warnet kawan,gak perlu njagain database kantor, sabtu benar-benar LIBUR.
    yg hari minggu termasuk freelance gak yah… karna benar-benar free, alias gak dibayar. ;)

  • setiaji // July 23, 2007 at 2:13 am

    :D sekarang yang paling penting adalah, setiap kegiatan di hari sabtu/minggu, tidak mengganggu acara keluarga….. Keluarga adalah no.1 ….

  • timor utama // August 1, 2007 at 6:51 am

    Saya sendiri mengalami hal yang sama saya PNS trus side job progammer freelance akan menikah, solusinya bgm dalam bagi waktu ???

  • setiaji // August 1, 2007 at 8:17 am

    Tentukan sendiri prioritasnya, apalagi kalau sudah menyangkut ke klien, saya punya pengalaman berharga juga soalnya. Proyek jd molor waktunya krn saya masih berantakan ngatur waktu.

    Semoga kita semua diberi kekuatan dariNya untuk mengatur waktu yg diberikan, karena waktu itu ibarat pedang, jangan sampai kena mata pisaunya.

  • vandy // September 20, 2007 at 4:23 am

    Sekarang, saya sedang memikirkan untuk berhenti dari pekerjaan saya dan menjadi freelance programmer. Pekerjaan sekarang, bisa dibilang abu2, hitam tidak putih juga tidak. Saya menjadi perwakilan HO untuk kantor cabang, musti mengerjakan adminitrasi juga dam mesti menyediakan sistem informasi bagi karyawan di cabang, tentu saja dengan penghasilan yang sangat tidak seimbang. :(

    >>> Ada artikel yang bagus sebagai titik mulai menjadi professional freelancer :D
    >>> http://blog.firdaus.info/2007/09/18/ingin-dapet-penghasilan-real-lewat-internet-coba-freelance-deh-part-1/

  • blog.firdaus.info // September 27, 2007 at 4:48 am

    Ingin dapet PENGHASILAN REAL lewat Internet? coba freelance deh (part 1)

    Banyak cara orang untuk menghasilkan dari internet, dari jualan informasi dengan internet marketing/pemasaran, referal/referensi, advertizing/iklan (paling ideal), atau jualan barang real lewat retail, afiliasi ataupun auction/lelang sampe jualan jasa …

  • Paman Tyo // September 29, 2007 at 2:47 am

    Weleh, weleh. Memang susah kok kerja di rumah, kecuali sendirian di rumah. Tapi dengan catatan: nggak banyak orang yang bertandang untuk kongko. :D

  • setiaji // September 29, 2007 at 2:57 am

    He he itu sih namanya sama aja tinggal di hutan. Namanya juga rumah, ya pasti deh jadi tempat kenalan/keluarga berkunjung…

  • Jimmydog2 // November 1, 2007 at 6:55 am

    Eh mas, kalau mau jadi programmer freelance itu bth ijazah ga? apa kalau kita memahami seluk-beluk suatu program aja udah cukup? Abis itu gmn kita dapatin cliennya mas? Ty atas jawabannya.

  • setiaji // November 1, 2007 at 8:01 am

    Setahu saya mah nggak perlu. Tapi masalahnya skrg, gak semua orang pendapatnya sama dgn saya. Ada yg bilang perlu, utk legitimasi kemampuan. Padahal, kalo mau jujur, gak semua orang yg berijazah, bisa jadi programmer freelance handal.

    Kalo emang, mas Jimmydog2 sudah yakin bisa nyelesaikan projectnya, lanjutin aja, biarin anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. He he he..

  • Ajie // January 14, 2008 at 10:17 am

    kalo freelance itu mungkin bagi saya sekedar hobby ajah ya Mas, kalo kira2x mampu ngatur waktu ya diambil, tapi kalo gak ya ditolak, btw salam kenal Mas, profesi dan nama kita sama (setiaji) hehehe.

  • setiaji // January 14, 2008 at 4:04 pm

    he he he salam kenal juga mas

  • agustav // April 8, 2008 at 7:44 am

    Wah.. setelah saya baca ini mah gue banget. Freelance programmer sekaligus ngelayanin antar jemput. hanya bedanya sekaligus antar jemput anak2 sekolah. Anak saya sering ngatain saya , …Ayah O’on banget sih ..! kalo habis ngadepin layar Laptop. padahal ada Imajinasi yang tertinggal trus nanggung langsung di suruh.

  • setiaji // April 10, 2008 at 8:05 am

    ha ha ha bukan cuma Oon Dek, tapi sudah lupa ingatan he he he, salam kenal Pak Agustav !

  • sampara // April 12, 2008 at 10:08 pm

    Wah benar tuh pak setiaji, jadi programmer itu bebannya berat juga karena takut programnya bermasalah

    Dari : http://www.sampara.com

  • Roni // April 20, 2008 at 12:27 am

    Kalo, ada yang punya kerjaan project IT, bisa hubungi saya….(FreeLance Programmer)

  • nawi // April 21, 2008 at 2:07 pm

    tapi kalo cewek yang jadi programmer freelance kayaknya bagus banget tuh…

  • setiaji // April 21, 2008 at 3:58 pm

    To Nawi: asiknya dimana bos ?

  • arimurti.com // April 22, 2008 at 1:54 pm

    lha kok sama yak yang saya alami….ternyata diriku tidak sendirian….thanks God

  • setiaji // April 24, 2008 at 2:02 pm

    To Arimurti: he he he sesama freelance dilarang saling mendiamkan :D

  • arimurti.com // April 25, 2008 at 4:09 pm

    udah kok Pak…udah ndak saya diemin lagi…cek aja…ahahahaha

  • Adhie // April 26, 2008 at 7:21 pm

    Wah..kayaknya ribet juga tuh mas Setiaji. Kalo saya sih masih belum berkeluarga, tapi kalo kejadiannya seperti itu, saya kok jadi taakut nyari istri ya..wakakakakak…:-P

  • setiaji // April 28, 2008 at 8:38 am

    To Adhi: wekekekekeke masak sudah takut sebelum bertempur…. hehehehe ayo dong, tunjukkan keperkasaanmu heheheh

  • Adhie // April 28, 2008 at 10:25 am

    Salam kenal mas setiaji, mudah2an kita bisa saling share berbagai masalah kehidupan, pekerjaan, maupun “pertempuran” …ups.. :-)

  • setiaji // April 29, 2008 at 7:36 am

    To Adhi: he he he pertempuran…?

  • Dwi // May 9, 2008 at 12:09 am

    saya freelance programmer java.. kalo ada proyek yang freelance bisa menghubungi saya..

  • setiaji // May 9, 2008 at 1:09 pm

    To Dwi: Ok Dwi.. :D

  • Edy // August 6, 2008 at 7:01 am

    Dear All,
    Bagi yang pernah terlibat project atau membuat aplikasi mengunakan bhs JAVA, dapat mengirimkan CV ke edy@e-m3i.com karena saya memiliki byk project utk client saya yg mengunakan bhs JAVA. Thx

  • Kahfi // August 13, 2008 at 4:15 pm

    bagi yang butuh programer vb.net freelance dapat email ke kvmr55@yahoo.com

  • Dityo Nurasto // October 3, 2008 at 4:43 pm

    Wow, tulisan yang bagus dan mendalam. Sayang mas kalau nggak lanjutin blognya ;) . Pasti sudah sangat sibuk nih hehe.

    Bagi saya “Working as Freelance Programmer is one from many ways to be an Software Entrepreneur”. Cobaan pasti ada baik internal maupun eksternal.

    Salam Sukses!

  • setiaji // October 7, 2008 at 4:12 pm

    @Dityo Nurasto : Terima kasih mas utk apresiasinya. Jadi ge-er nih. Iya saya makin sibuk aja ngurusin kerjaan he he he…

    Jadi ingat pepatah orang udik sono, No Pain No Gain..

  • Bunga Rosalina // January 2, 2009 at 5:37 pm

    Hai, alhamdulillah beberapa bulan yang lalu saya dinikahi seorang programmer. Ya untuk mendukung mbak Mia yg bingung mau putus ato tetep nyambung sama pacarnya. Pada awalnya kaget juga liat kerja suami yg gila2 an, berangkat jam 9 pg pulang jam 9 malam (itu paling cepet). Udah gitu dia kerja nya muter dari client satu ke client lainnya. Awalnya suka complain juga ke suami saya, tapi yg namanya org kerja, programmer pula, dia butuh kredibilitas yg tinggi kepada user nya. So, lama2 harus saling pengertian. Tapi salutnya dari suami saya, Senin-Jumat dia programmer, Sabtu-Minggu jadi pe-TerNak TerI (anTer anak dan Isteri hehe)
    So buat mbak Mia, yang paling penting adalah saling pengertian dan ada kesepakatan.
    Lagipula jadi istri programmer asik juga kok, cool,,!! :p

    @ Bunga Rosalina : Alhamdulillah untuk pernikahannya. Iya mba terima kasih ya untuk komen-nya. Menarik juga bisa ada programmer punya sampingan jadi peternak teri he he he….

  • 2nhard // January 5, 2009 at 12:19 pm

    waahhh..kayaknya jadi freelance seru…

    Buat yg punya proyek freelance VB6.0, VB.Net, PHP..bisa hubungi saya r.sitorus@telkom.net

    @ 2nhard : memang seru Bang. :D itulah seninya menjadi programmer freelance.

  • hendrik // January 18, 2009 at 3:31 am

    Wah wah…Mas Setiaji sekarang apa sudah jadi programmer freelance kah ??
    Tulisan Mas Setiaji ini sudah mewakili suasana kehidupanku. Kebetulan saya sebagai programmer freelance . Semula juga kebingungan antar istri sana sini , apalagi kalau istri ibu rumah tangga. Seringkali kerja dirumah disalahartikan bisa selalu disuruh ngantar ini itu. Hidup ini ternyata dinamis, walaupun sudah berumahtangga tetep harus belajar juga. Hal seperti itu memang termasuk “menghambat” dalam coding. Efeknya memang terasa, padahal ketika lagi mod memprogram tinggi , jangan sampai ritmenya kecil lagi atau bahkan terputus gara2 disuruh belikan beras ke pasar.
    Akhirnya aku belajar dengan mengubah pola kerjaku. Yang dulunya mulai coding habis subuh sampai sore, karena terganggu aku pindah ke malam hari setelah anak istriku tidur. Pagi sampai siang aku pakai utk kunjungan ke client2. Tapi resikonya kita lembur sampai pagi utk coding. Mau gimana lagi ? dan sekarang polaku berubah lagi karena istri back to office lagi alias kerja kantoran lagi. Akhirnya harus cari pembantu buat jaga si kecil. Dan sebelumnya pernah aku sewa/kontrak sebuah kost-kostan buat mrogram and basecamp timku yg jaraknya hanya 2 menit dari rumah. Sehingga ga’ diganggu urusan keluarga, dan lebih konsen ngurus project n tim. Cara ini cukup efektif. Dan kalo ga punya anak buah (partner) memang agak repot…repot sekali. Harus pontang panting ngoding n ngurus request client. Dan alhamdulillah , pekerjaan programmer freelance jika kita FOKUS, insyaalloh akan berkembang. Kalo setengah-setengah ya hasilnya setengah-setengah juga. Saranku sekalian saja basah jadi programmer freelance. Dan sekarang saya mau nerapkan pola baru lagi. Timku tidak akan aku kostkan, tapi aku subsidi pasang speedy, kerja di rumah mereka masing2. Pekerjaan tinggal mereka send aja ke email. Meeting bisa di rumah saya atau langsung bertemu di client.

    NB : mas Aji..blog ku kok ga di add tho ?? padahal blogmu sudah aku add dari dulu lho…

    Untuk Hendrik : Saya belum menjadi programmer freelance 100% masih setengah-setengah. Karena dari pagi sampai sore/malam, saya masih ikut orang. Bekerja untuk orang yang memberi saya gaji. Freelance cuma saya lakukan kalau ada project yang datang. Dan saya masih selektif memilih, karena saya masih belum bisa mengatur ritme hidup untuk 2 pekerjaan. Ke depan saya bercita-cita untuk menjadi 100% freelance programmer. Amin… Maaf Hen, saya nggak add dari sini, tapi saya add dari google reader. Karena lewat google reader, setiap update blog bisa lebih cepat saya terima, daripada menambahkan link blog mu lewat blog ini. Maaf ya Hen

  • yudi // February 5, 2009 at 9:56 am

    Buat yg punya proyek freelance VB6.0 , PHP

    bisa hubungi saya di
    siswayudi_9@yahoo.co.id

    Ayo, ayo yang punya proyek freelance bisa hub mas Yudi, beliau sedang kosong :D

  • Bagus Setiyanto // February 6, 2009 at 10:22 pm

    Memang pendekatan untuk masing-masing orang memang berbeda ya. Saya pribadi masih mempunyai pekerjaan tetap juga sebagai PNS. Kebetulan bidang yang saya kerjakan memang berkaitan dengan Komputer dan IT, jadi selain ngoprek hardware juga menunjang pemahaman software saya.

    But, maksudnya adalah selain sebagai programmer freelance sebaiknya kita juga mempunyai ‘pegangan’ lain (menurut saya lho). Ada benarnya istilah -mengutip di PC-Media- ‘tua-tua kelabu’ dalam dunia IT.

    To mas Setiaji, tukeran link blog boleh?

    Boleh mas, silahkan …. :D

  • doez // February 13, 2009 at 4:32 pm

    thank’s

    @ doez : sama – sama ….

  • dragz // February 13, 2009 at 5:58 pm

    menarik juga kerja freelance :D
    kalo ada yang butuh java programmer boleh juga tuh hehehe

    @ Mas Dragz : hehehe…

  • privida // March 3, 2009 at 10:58 am

    Programmer freelance itu memang sangat menarik, tetapi masalahnya adalah apakah selalu ada project ? Kalau lagi kosong, ya ngga enak, ngga ada kerjaan, ngga ada pemasukan.

    Saya pernah berpikir untuk jadi freelance luar negeri, kerja tetap di rumah tapi gaji dolar.
    Cuma ngga tahu bagaimana memulai, dan melakukan penawaran harga.
    So bagi yang sudah pernah, silakan bagi-bagi pengalamannya.

    ditunggu ..
    salam,

    To Privida : Wah enak tuh, kerja di Indonesia dibayar dollar. Tapi lebih enak lagi dibayar dengan emas. Dollar mah naik turun, ngga jelas ukurannya. Kalo emas kan, naik terus. Harusnya kurs mata uang rupiah dipatok dengan emas ya, bukan dengan dollar :D (malah curhat soal dollar he he he…)

  • Farhan // March 14, 2009 at 2:13 pm

    salam kenal semuanya…
    tulisannya bagus mas.. itulah seperti yang saya alami. saya jg programmer freelance, tetapi bedanya saya masih kuliah…

    To Farhan : Terima kasih. Semoga bermanfaat… :D

  • wianto // March 19, 2009 at 9:51 am

    Klo Freelance programmer cuma nungguin project dari orang kayaknya bakalan repot, apalagi klo udah punya anak istri. Uang belanja rumah tangga habis sementara itu belum ada order yang masuk, ditambah kalo hidup di jakarta yang biaya hidupnya besar N ga bisa ngutang, makin tambah stress. Mengerjakan program dalam kondisi kepepet duit hasilnya juga ga bakal maksimal, ditambah lagi komplain dari user(mate aja loo he he..). Mendingan nyari tempat digunung yang biaya hidupnya kecil trus bikin karya program yang bisa di jual secara umum, belajar juga cara marketnya. Meskipun digunung pertimbangkan pula untuk mendapatkan komunikasi internet yang mudah untuk kelancaran penjualan.
    Mudah-mudahan berhasil!!

    To Wianto : setiap pilihan hidup pasti punya resikonya bro. Mau hidup di gunung, laut, lembah dll, semuanya ada resiko yang harus diperhitungkan. Yang penting, pertengahan saja, jangan terlalu sembrono dan jangan terlalu takut untuk memilih :D

  • james // March 28, 2009 at 9:59 pm

    bro..sy baru saja mendengar kata-kata freelance programer dan sy tertarik ingin tahu dahulu..jadi sy pengen tanya skill ap saja yang harus di gunakan untuk menjadi freelance programmer.?
    thx ya..
    skil yang baru dipy adalah C,C++,php, flash , SQl dasar..
    kira-kira harus gmn ya ,bro?
    thx

    To James : wah udah lebih dari cukup bro. tinggal di perdalam aja pemahamannya. jadi nanti bisa nyambung utk mbangun aplikasi yang dibutuhin. :D

  • khendraw // April 1, 2009 at 7:30 pm

    Salam kenal,

    Saya juga seorang pekerja lepas yang bekerja dari rumah, walaupun bukan programmer. Cita-citanya sih jadi freelancer sejati.

    Istilah freelancer ini mungkin belum terlalu lama dikenal dan disebut-sebut, tapi bidang kerja informal seperti ini sudah lama ada.

    Dengan tersedianya akses internet yang relatif lebih murah akhir-akhir ini memungkinkan seorang freelancer untuk bekerja dari rumah.

    Saya sendiri mengambil keputusan menjadi seorang (bakal) freelancer karena ingin mendampingi istri menjaga amanat Yang Maha Kuasa, dua orang anak laki-laki secara sepenuhnya. Walaupun pasti secara finansial ada naik turun (tidak konstan seperti orang gajian, bonus, thr, dsb), secara emosional banyak hambatan dsb, tapi dengan menjadi seorang freelancer seharusnya kita lebih bangga karena kita dibayar sesuai dengan manfaat kita. Bukan sekedar ngabsen dan jual ijazah. Lebih lagi kalau client atau sumber penghasilan kita dari luar negeri, bukankah kita sudah membantu devisa negara?

    Selain itu, secara kita bisa lebih dekat dengan dunia nyata karena terus terang yang saya rasakan selama 10 sekian tahun bekerja kantoran, kantor dengan segala kondisi dan fasilitas nya itu bisa membuat seseorang mempunyai dua sisi kehidupan, sisi kantor dan sisi rumah yang belum tentu keduanya bisa berdampingan secara harmonis.

    tantesun.com

  • Traviz // April 23, 2009 at 5:37 am

    Salam kenal.
    Saya programmer frelance, tapi masih baru nyoba bikin program.
    Saya butuh programmer yang sudah punya pengalaman bikin software.
    kira2 ada rekan2 yang mau bantu saya? yang jelas UUD lah kalo bisa.
    Kira2 gitu.
    Terimakasih.
    Salam.
    Traviz

  • Ikmal // July 1, 2009 at 12:14 pm

    Freelance Programer mesti punya stamina oke, mulai tidur disaat orang sudah terdur lelap, dan siap bangun disaat orang masih tidur. Kalau ada project, saya bisa tidur dalam sehari 1-2 jam saja bahkan pernah 2-3 hari begadang… tapi alhamdulillah, ga drop. Masalah pendapatan, namanya juga freelance, tergantung kita menyikapinya. Tapi saya merasa enjoy jadi freelance programer…. waktu kita yang ngatur, yg penting tidak mengurasi kapasitas kerja saya…

  • vickky // July 3, 2009 at 2:03 pm

    ahh kalo istrinya aja kurang pengertian.. belum tau pekerjaan suaminya..

  • donie // October 9, 2009 at 9:19 am

    untuk yg membutuhkan software custom silahkan kunjungi website kami

  • eNgga // November 6, 2009 at 2:14 pm

    klo butuh programmer muda handal insya allah bisa menghubungi saya .

    bisa .net , java , vb , delphi , c++ , microsoft sharePoint , dsb .

    *siswa SMK Telkom Malang ..

  • eNgga // November 6, 2009 at 2:25 pm

    oiya , bisa web programming juga …
    php, asp, jsp, etc …

Leave a Comment