Blog ini pindah ke setiaji untuk tulisan bebas IT. Untuk tulisan ITnya ada di belajar-erp ya..
Powered by ScribeFire.
Blog ini pindah ke setiaji untuk tulisan bebas IT. Untuk tulisan ITnya ada di belajar-erp ya..
Powered by ScribeFire.
Categories: Way of Life
Tidak ada pilihan lain di dunia ini selain belajar sampai mati untuk bisa selamat sampai tujuan. Setiap kita pasti mengalami hal baru, jaman baru, managemen baru, tool baru. Pilihannya cuma 2, mau tahu atau tidak mau tahu. Mau tahu artinya mempelajari hal-hal baru atau memperdalam pengetahuan yang ada. Tidak mau tahu artinya tutup mata-telinga, say good bye kepada dunia. Saya sudah ada di zona comfortable, nggak perlu lagi belajar ini itu, sudah ada yang mengerjakan. Wadezik !!!
Kalau merujuk ke hadis nabi, barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, dia orang yang beruntung. Hari ini sama dengan hari kemarin, dia merugi. Hari ini lebih buruk dari kemarin, dia terlaknat.
Baca buku The World Is Flat menyimpulkan, tiada pilihan lain untuk survive di dunia yang makin datar ini, kecuali belajar terus sampai mati.
Nah kan, sama kesimpulan akhirnya
terserah kita mau pilih yang mana ?
Blogged with Flock
Categories: Way of Life
Kalau kita kerja di bagian supporting, kata salah seorang rekan saya, kalau tidak ada masalah kita tidak dibutuhkan alias dibuang, tetapi kalau ada masalah yang terjadi, kita diwajibkan mengatasinya sampai tuntas. Mirip pepatah kuno, habis manis sepah dibuang kali ya. Di bagian marketing, setiap target tidak terpenuhi, pecat. Tapi kalau melampaui target, bonusnya gila-gilaan, malah bisa sampai karirnya melonjak bak roket.
Beda banget ya, iklimnya, atmosfirnya pasti ada kegerahan dan kenikmatannya tersendiri. Silahkan pilih yang sesuai dengan diri kita. Jangan sampai salah kamar ya. Susah sendiri nantinya. Kata orang bule, wrong place – wrong time and wrong person…sigh !!!
Blogged with Flock
Categories: Way of Life
Ada yang kita harus tutup di 2007
Menapak dengan pasti ke depan untuk 2008
Selamat datang 2008
Hello World 2008 !

Powered by ScribeFire.
Categories: Way of Life
Tebakan saya, film ‘Ayat-ayat Cinta’ akan mengalami hal yang sama dengan film ‘The Da Vinci Code’. Film itu akan mengalami pengurangan imajinasi para penontonnya. Membaca buku atau novel berbeda dengan menonton film. Dalam membaca buku, kepala kita diberikan kesempatan untuk berimajinasi dari gambaran yang ada di novel. Sedangkan film, seluruh adegan, gambar, dialog, tidak memberikan kesempatan kepala kita untuk mengimajinasikan alur ceritanya. Karena seluruh isi film adalah pagar pembatas kepala kita berimajinasi. Kesempatan membayangkan raut wajah Fahri, sudah terbatas dengan wajah sang aktor. Bayangan kamar Fahri dan Aisah setelah mereka menikah, dibabat habis dengan setting ruangan dalam film.Membaca Da Vinci Code dengan menontonnya, memberikan sensasi yang berbeda buat saya. Lebih asik membaca bukunya. Karena saya bisa lebih bebas membayangkan alur kota Paris di waktu malam. Siluet lampu yang ditimbulkan dari temaram penerangan museum tempat menyimpan lukisan Monalisa. Persis sama dengan saya mengimajinasikan panasnya gurun pasir di Mesir sana tempat Fahri menuntut ilmu di Universitas Al Azhar. Tiupan angin dengan debunya, panasnya naik trem, segarnya minum jus buah setelah dari luar rumah di tengah terik panas padang pasir.
Mungkin ini juga sebabnya saya tidak terlalu suka menonton televisi. Disamping saya yang sudah cape untuk menonton, juga sudah tidak minat mengikuti berita basi yang ada. Karena lebih cepat dapat berita dari sms yang masuk ke HP saya, membaca blog dari teman-2 dan melihat situs berita resmi.
Tapi itu semua, hanya perkiraan saya saja. Daripada dikira sok tahu bin sok jadi peramal kacangan, lebih baik kita menonton saja film ini. Penilaian saya kembalikan ke anda sekalian, pemirsa.
Powered by ScribeFire.
Categories: Way of Life