Sudut pandang

Memang, yang namanya hidup, kalau dipandang dari kacamata yang sama, pasti akan menemukan hal yang mirip-mirip, walaupun pemeran utamanya berada di lokasi yang berbeda.

Minggu kemarin sewaktu di Jawa Timur, ada seorang kerabat berkata, ‘Ji, doa yang kamu lakukan setiap hari, masih lebih banyak doa yang aku lakukan.’ Lo kenapa bisa begitu, jawab saya. ’Karena kamu berdoa cuma 5 kali sehari, sedangkan aku lebih dari 5 kali dan itu tidak dilihat orang, jadi aku lebih khusuk. Aku ini Ji, tidak perlu sholat yang nungging cuma 5 kali sehari, aku sudah eling di hati. Eling terus tiap saat, berdoa terus setiap saat, hampir tidak pernah lupa’. Ooo begitu, jawab saya. Dalam hati saya berkata, ‘Kalau begitu bagaimana dengan nabi Muhammad, dia saja yang sudah dijamin masuk surga masih sholat 5 kali sehari’.

Ternyata masih banyak kerabat dan kenalan yang beranggapan seperti itu. Saya tidak akan pernah komplain dengan pendapat mereka. Pun juga tidak akan pernah memaksa pikiran saya ke mereka. Toh sudah sama-sama tahu, kita ini sebagai umat Islam diwajibkan sholat 5 kali sehari. Saya cuma bisa bilang ke mereka, kalau itu sebaiknya ditinggalkan…

Lain lagi di Jakarta….Kebanyakan dari kita sudah lupa untuk sholat bukan karena eling. Tapi semata-mata tidak ada waktu untuk mengerjakannya.Ada manajer yang bagus sekali kemampuan manajerialnya memimpin staf agar bisa bekerja dengan baik. Tapi kalau waktunya sholat datang, tetap saja dia bekerja. Kadang saya merasa sedih, sayang sekali manajer ini. Skill yang hebat, penilaian yang hebat dari para manajer dan staff yang lain, karir yang cemerlang…….

Sekali waktu ada peristiwa kecelakaan kerja yang membuat cacat tubuh tetap terjadi terhadap salah satu staffnya. Dengan sigap manajer itu mengkoordinir lainnya untuk menolong dan dibawa ke rumah sakit. Tidak ada yang tertinggal diurus, mulai dari memberi tahu keluarga hingga penyelesaian keuangan di rumah sakit. Semua beres.
Ada perasaan haru dengan sikapnya. Dan sorenya, dia masuk ke musholla kantor. Mulai ambil air wudhu untuk sholat ashar. ‘Ayo pak, silahkan jadi imam’ kata saya.

Saya tidak tahu persis hubungannya peristiwa kecelakaan dengan hati beliau. Tapi yang jelas, sholat sudah tidak pernah ditinggalkan setelah kecelakaan itu…..

 


About this entry