Antara FoxPro dan Axapta (sebuah gambaran dari seorang pemakai FoxPro)

Judul di atas mirip lagu antara anyer dan jakarta. Jadul banget yak. Tapi begitulah kenyataannya, lagu-lagu jadul masih enak didengar karena liriknya sederhana tapi maknanya dalam. Tidak seperti lagu sekarang, kadang untuk memahaminya saja butuh pikiran ekstra apalagi mengenangnya.

Ada apa antara FoxPro dan Axapta ? Saya menulis ini karena sebelumnya saya cukup lama menggunakan FoxPro untuk membangun aplikasi yang diminta oleh tempat kerja saya. Jadi kerangka pikiran saya dalam memahami Axapta, berangkat dari FoxPro. Memang apa yang sudah dilakukan oleh FoxPro dalam mencuci otak saya sehingga saya seperti orang yang terdogma olehnya? Sangar banget ya..

Begini, saya yakin diantara kita sebagai programmer / developer / system admin atau titel-titel lain dalam dunia IT, yang pernah merasakan windows 3.11,95 atau windows generasi awal, pastinya pernah kenal FoxPro. Kenapa bisa begitu ? Karena satu-satunya tool yang ada untuk membangun aplikasi database di lingkungan Windows saat itu hanya FoxPro. Neneknya FoxPro adalah DBase. Ini juga pasti pernah dicoba kan ? Entah kenapa para pendidik kita mencekoki kita dengan FoxPro atau DBase? Ini pertanyaan yang sulit dijawab, karena kita tidak tahu alasannya Pak Dosen dan Ibu Guru melakukannya ke kita. Jadi mau tidak mau, suka atau tidak suka, otak kita diformat untuk menggunakan FoxPro atau DBase. Dan biasanya hasil format pertama, akan jauh lebih terekam kuat di memori otak kita ketimbang format yang kedua, ketiga dst. Nah hasilnya ke depan adalah cara pandang kita terhadap tool baru selalu dibandingkan dengan apa yang sudah kita ingat. Gampangannya begini, pernah kan kita berucap ‘OOOO, kalo FoxPro mah caranya begini’ atau ‘Iya ya ya, mirip replace yang di FoxPro ya’ atau ucapan-ucapan lainnya. Buat saya ini hal lucu bin aneh bin tidak masuk akal. Lho memangnya kenapa ? Ya habis, kenapa sih selalu membandingkan tool baru dengan FoxPro? Emang tidak ada objek lain apa? Gimana, betul gak pendapat saya, FoxPro memang sangar banget dalam memformat otak kita dan salah satu korbannya adalah saya. Harga mati !

Lalu Axapta itu apa ? Axapta adalah tool terlengkap yang pernah saya tahu saat ini untuk aplikasi database yang bisa digunakan di tempat kerja. Axapta terdiri dari modul-modul bisnis yang bisa langsung digunakan. Mulai dari AP (Account Payable) sampai Production, artinya mulai dari pembelian barang sampai proses produksi manufaktur. Dari sisi teknisnya, Axapta menggunakan konsep OOP (Object Oriented Programming). Konsep yang sedang ‘in’, karena sifatnya yang bisa diturunkan dan digunakan bersama oleh object lainnya. Lalu, Axapta juga ada Debuggernya, bisa dibayangkan seandainya debugger tidak ada, bagaimana bisa mengecek alur logika algoritma yang kita buat sudah benar atau tidak, misalnya ada error, dari mana kita bisa melihat error itu muncul, dll.

Istilah paling baru untuk Axapta adalah ERP. Istilah ini kalau kita cek di wikipedia, ternyata berbeda-beda implementasinya untuk setiap produk. Ada SAP, Platinum, dll. Alur bisnis proses secara step by step dari produk ERP yang saya sebut tidak ada yang sama. Kesamaan yang bisa dilihat, ya cuma satu, kalau kita melihat secara garis besar alur bisnis prosesnya. Misal begini, setiap perusahaan pasti punya bagian pembelian / pengadaan barang. Modul untuk menangani alur proses pembelian/pengadaan barang biasanya ada di AP (Account Payable). Di AP ini berhubungan dengan Vendor, Inventory Management,Penawaran Harga, Harga Item dll. Untuk Axapta, yang harus anda lakukan untuk melakukan proses pembelian adalah masukkan data vendor, masukkan data item yang ingin dibeli, buat Purchase Order dan tutup Purchase Order jika barang yang dibeli sudah kita terima dan bayar ke vendor. Ada teman yang bekerja di P***mina, salah satu BUMN yang mengurusi perminyakan di negeri kita, menggunakan SAP sebagai aplikasi bisnisnya. Saya tanya, ‘kalau ingin melakukan proses pembelian, di SAP bagaimana caranya’. Dia menjelaskan panjang lebar. Saya bandingkan dengan yang ada di Axapta, secara garis besar punya kesamaan, tapi untuk setiap tahap detilnya, berbeda. Ini yang saya maksudkan jika kita melihat secara garis besar alur bisnis proses antar produk ERP.

Gambaran besar Axapta kalau dilihat dari otak yang sudah diformat oleh FoxPro adalah gabungan antara FoxPronya sendiri beserta kelengkapannya (debugger, help,dll) dengan aplikasi yang dibuat dari FoxPro itu sendiri. Semoga kata-kata saya tidak membuat saudara-saudara bingung. Maafkan saya kalau membuat kepala anda pusing. Hmm gimana ya gambarannya yang lebih bisa mendeskripsikan Axapta dari seorang pengembang FoxPro ? ……….(proses berpikir)……… Begini deh, kita kan pernah membuat aplikasi dari FoxPro, biasanya berujud file executable. Nah file exe ini lalu ditempelkan di dalam FoxPro jadi satu. Jadi sewaktu kita membuka FoxPro, kita juga membuka aplikasi exe itu di dalam FoxPro. Gimana ? udah mulai nyangkut apa belum ? Kalau udah mulai nyangkut bilang ya, kalau babar blasss sama sekali gak ada yang nyangkut, waduh ini baru masalah buat saya, artinya saya tidak mampu menjelaskan dengan jelas. Mesti banyak belajar ngomong dan nulis dengan baik dan jelas lagi.

Tujuan saya menulis ini adalah untuk memudahkan saya mengingat, menggambarkan, menggunakan Axapta di pekerjaan sehari-hari. Jadi kalau ada kata-kata yang membingungkan buat anda, mohon dimaklumkan adanya, karena memang benar-benar saya memposisikan diri dari pengembang FoxPro yang diajak beralih menggunakan Axapta untuk bekerja. Juga mencari teman sepenanggungan dalam bekerja, karena sampai sekarang belum ada milis yang berbahasa Indonesia yang mengupas habis Axapta.

Ok, back to topic, kesimpulan terakhir gambaran axapta dari FoxPro-er adalah FoxPro yang digabung jadi satu dengan aplikasi yang dibuat oleh FoxPro itu sendiri.

Untuk sementara tulisan ini distop sampai sini dulu, nanti akan disambung lagi. Oia, saya tidak ada sangkut pautnya dengan salesman dari Axapta maupun konsultan manapun. Tulisan ini bersifat opini pribadi yang saya share semoga bisa menjadi ilmu yang bisa meningkatkan skill kita sebagai pekerja di bidang IT, entah sebagai pengembang, system admin, network engginer, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadikan dunia IT Indonesia lebih baik ke depannya walaupun kita menggunakan tool yang berbeda-beda.


About this entry