Kapan sebaiknya menutup Faktur Penjualan ?

Jadi kasusnya seperti ini :

Bisnis proses yang mengalami kendala saat ini adalah di Faktur Penjualan(Invoice). Invoice bisa berubah nilai nettonya, apabila mengalami discount di kemudian hari. Misal, Invoice terbit bulan Agustus 2006, dilunasi pada bulan yang sama , lalu pada bulan September 2006, ada permintaan discount utk Invoice tsb sebanyak 20 %, maka nilai netto Invoice tsb berkurang sebanyak 20 %. Selisih antara netto awal dan netto akhir, dijadikan deposito utk customer tsb.

Kapan sebaiknya Invoice tersebut di-closed ? Karena selama ini yang terjadi, Invoice tidak pernah ‘closed’ disebabkan ada discount yang menyusul setelah terbitnya Invoice.

Powered by ScribeFire.


About this entry