Jangan sampai salah mencintai

Dulu saya pernah mencintai seseorang, sampai di tingkat cinta buta. Apa pun yang saya lakukan, cuma buat dia. Sekolah buat dia, kerja buat dia, dll. Sampai suatu saat saya ditegur Dia. Lumayan juga teguranNya, ibaratnya kalau saya lagi membuat rumah, pondasi yang sudah dibuat, tembok yang sudah dibangun, tiba-tiba runtuh semua, menimpa saya sampai terkapar di bawah reruntuhan.

Dia menegur saya dengan caraNya. Tentu itu yang terbaik buat saya. Cuma Dia yang tahu batas akhir saya. Dan saya harus belajar mengetahui batasan itu. Karena tidak mungkin ada cobaan/teguran/musibah yang saya alami, kecuali saya pasti bisa melaluinya.

Dan sekarang, bertahun-tahun setelah kejadian itu, baru terasa indahnya kasih sayangNya. Saya butuh waktu untuk mengerti arti kata ‘IKHLAS’. Terima kasih ya Allah, untuk semua yang telah saya lalui, mengajari arti cinta buat saya, mengenalkan dia dengan saya, dan menutupnya dengan indah.


Akan datang hari, mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa, tak ada suara
Dari mulut kita


Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Ke mana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab tiba..

Ketika Tangan dan Kaki Berkata
(Chrisye)

Powered by ScribeFire.


About this entry