Semua ada itung-itungannya

Kalau ngomong soal sistem, di penjualan pasti ada pertanggungjawaban penjualan. Tiap barang yang dijual mesti ada laporannya, berapa yang terjual, berapa yang tidak, berapa yang dikembalikan, berapa yang rusak dll. Jadi setiap hal pasti punya pertanggungjawabannya.

Lalu kalau cara mikir tadi dipindah ke bagian yang tidak ada hubungannya dengan perkomputeran, gimana, apa bisa di jalanin juga logikanya ? Menurut saya sih bisa. Hah ? Maksudnya bijimane ? Cemana bah ?😀

Gini, misal hari ini kita ngalami hal yang membuat hati kita merasa senang, pernahkah kita berpikir kebahagiaan kita saat ini mesti dipertanggungjawabkan ? Waduh repot amat ya..

Iya rada repot memang keliatannya, tapi gini penjelasannya, sewaktu kita dapat senang, apa yang kita lakukan dengan kebahagiaan itu, bersenang-senang sampai lupa waktu, mabok, lupa diri ? Atau kita mensyukuri kebahagiaan kita, merenungi betapa beruntungnya kita, menangis sedih jika kebahagiaan itu dicabut paksa olehNya ?

Terserah kita mau milih yang mana, pilihan ada di tangan kita, emangnya saya siapa berhak suruh-suruh sampean semua untuk ngikuti cara saya. Pilih aja sendiri, dan tanggung aja sendiri akibatnya.

Lo, memangnya semua pilihan ada akibatnya ? Pertanyaan yang aneh… Kalau setiap pilihan tidak ada akibat yang kita rasakan, ya gak akan pernah ada konsep ‘punishment and reward’, ‘dosa dan pahala’ maupun ‘surga dan neraka’.

Jadi setiap keadaan yang kita alami, pasti ada pilihan utk kita menyikapinya, dan kita sendiri yang merasakan akibat dari pilihan itu.

Powered by ScribeFire.


About this entry